Sanmao, dengan nama asli adalah Chen Mao-ping (Echo Chen), lahir di Chongqing, Sichuan, Daratan Tiongkok pada tanggal 26 Maret 1943, ia dibesarkan di Taiwan. Setelah dewasa, dia merasa nama pena yang dimilikinya terlalu panjang, dan diubah menjadi Chen Ping (陳平).Semasa di bangku SMP, dia tidak begitu suka mengikuti mata pelajaran di sekolah, hanya membaca buku-buku ekstra kurikuler, sehingga memutuskan untuk tidak ke sekolah dan belajar sendiri di rumah (home schooling). Dia yang suka menulis, pada masa tersebut esainya termuat dalam jurnal “Modern Literature (現代文學)”, kemudian dia diterima di Chinese Culture University Fakultas Filosopi. Pada tahun 1967, Chen Ping berpetualangan sendiri di Spanyol, menuntut ilmu di Universitas Complutense Madrid (UCM), selama masa tersebut, dia bertemu dengan calon suaminya, José María Quero y Ruíz. Selama studi di luar negeri, Chen Ping kadang-kadang memanfaatkan kesempatan untuk bekerja paruh waktu mencari uang, ia pernah menjadi pemandu wisata Pulau Mallorca, Spanyol, model parfum di toko Jerman, petugas perpustakaan di Amerika Serikat, menjelajahi beberapa negara dan kawasan seperti Jerman Timur, Polandia, Yugoslavia, Republik Ceko, Denmark dan negara-negara lain.Pada tahun 1971, ia kembali ke Taiwan dan bekerja sebagai pengajar, percintaannya tidak berjalan dengan mulus, dua tahun kemudian, ia kembali ke Spanyol. Selang enam tahun kemudian, kembali bertemu dengan seorang penyelam, Jose dan mereka berdua berangkat ke Sahara Spanyol. Lalu, Chen Ping dan Jose menikah pada tahun 1974, pada tahun yang sama, ia menulis esai “Chinese Restaurant (中國飯店)” tentang kehidupan di Sahara, termuat dalam terbitan tambahan media “United Daily News” dengan nama pena “Sanmao”, sejak itulah ia menggunakan nama pena ini. Satu artikel ini yang berlatar belakang Gurun Sahara untuk mendeskripsikan pernikahannya dengan orang asing, tulisannya yang sangat berbeda dengan artikel lain sehingga sangat menarik minat pembaca.Pada tahun 1976, "Stories of the Sahara (撒哈拉的故事)" diterbitkan dalam sebuah koleksi, dengan buku-buku yang bertajuk seperti, “Scarecrow Notes (稻草人手記)”, “Crying Camels (哭泣的駱駝)”, “Tender Night (溫柔的夜)”, semua terjual laris. Ketika Taiwan masih di bawah pengawasan darurat militer, pariwisata belum menjadi tren bagi masyarakat, menjadikan “literasi pengembara” dipromosikan sampai ke puncaknya dan muncul tren “mengandrungi Sanmo”. Sebagai orang yang sangat menjunjung kebebasan, dan pernah berpetualang di Spanyol, Jerman, Amerika Serikat dan Polandia, bahkan pernah menetap di Gurun Sahara di Afrika untuk waktu tertentu.Pada tahun 1979, Jose meninggal dunia karena kecelakaan kerja, membuat Sanmao sangat frustasi, kemudian kembali ke Taiwan dan berlanjut menulis buku dan berpetualangan. Mendapat dukungan dari media “United Daily News”, pada tahun 1981 dia melakukan perjalanan ke Amerika Tengah dan Amerika Selatan selama setengah tahun dan menulis buku “I Have Walked Thousands of Miles (萬水千山走遍)”.Sejak buku pertamanya "Stories of the Sahara (撒哈拉的故事)" diterbitkan, dari tahun 1976 hingga 1991, Sanmao meluncurkan tulisan esai, novel, terjemahan dan catatan perjalanan, dongeng, buku audio, naskah dan lainnya. Tulisannya lucu dan dinamis, dengan tema baru yang sangat sentimental dan disukai oleh para pembaca.Di era pemerintahan yang tertutup, seorang perempuan yang “berpetualang” di padang gurun, romansa yang eksotis, dengan kisahnya menjadi jendela bagi Taiwan untuk melihat dunia. Meskipun ada yang meragukan kisah Sanmao sebagai cerita “fiksi dan palsu”, akan tetapi ia tetap bersikeras berpegang pada setiap kata yang diucapkan adalah kenyataan. Sebenarnya, baik itu adalah kenyataan atau imajinasi, berkat Sanmao, pada masa tersebut Taiwan baru mengetahui bahwa untuk hidup bebas perlu perjuangan dan berisiko.Penghujung tahun 1990, karya akhir Sanmao yakni esai yang berjudul “It's Also Nice to Dance a Song (跳一支舞也是很好的)”, yang menuliskan “Hatiku diliputi dengan kegembiraan, menyambut tahun baru 1991”. Pada tanggal 4 Januari 1991, Sanmao mengakhiri nyawanya sendiri di rumah sakit, dan meninggalkan dunia legendarisnya.Apa sebenarnyanya karismatik Sanmao? Dibandingkan dengan tulisan perjalanan lainnya, tulisannya tidak merekam pemandangan yang dangkal, melainkan kehidupan nyata di tempat asing. Tempat di mana ia berpetualangan bukanlah negara-negara Eropa-Amerika yang umum dijumpai, melainkan Gurun Sahara yang penuh dengan adat istiadat yang eksotis. Dalam tulisan Sanmao, misteri dan tata tradisi gurun pasir sangat menarik bagi pembaca, sedangkan dari perjalanan, petualangan, serta cinta dan pernikahan dengan warga asing yang eksotis telah menyentuh hati banyak pembaca.Novelis Kenneth Pai Hsien-yung (白先勇) beranggapan Sanmao menciptakan dunia romantis dengan gejolak kisah cinta hidup dan mati, kisah perjalanan cinta dengan warga asing yang sentimental membuatnya menjadi idola bagi remaja masyarakat Taiwan dan Daratan Tiongkok. Penulis Yang Zhao (楊照) beranggapan Sanmao menciptakan impian bahagia yang nyata bagi pembaca, tidak hanya mengatasi kesedihan dan sakit hati seseorang, tetapi juga meredakan rasa sakit dan menghilangkan depresi Taiwan.